Hakim Mahkamah Tinggi Melaka, DJP Suria Kumar, telah membatalkan hukuman penjara enam bulan yang diputuskan terhadap warga Indonesia Easta Masa Pangala berusia 42 tahun atas kesalahan mengabaikan anaknya yang menderita palsi serebrum sehingga meninggal dunia.
Hakim berpendapat hukuman tersebut tidak mencukupi sebagai pengajaran kepada tertuduh untuk tidak mengulangi kesalahan pada masa depan, dengan mempertimbangkan kesukaran menjaga anak yang menghidap penyakit serius.
Keputusan ini menunjukkan bahwa mahkamah mengambil serius kes-kes pengabaian kanak-kanak orang kurang upaya dan menuntut hukuman yang lebih berat sebagai pencegahan.


