Diperkirakan 4,100 kontraktor yang melaksanakan proyek pemerintah di seluruh negara menghadapi risiko kebangkrutan dalam waktu kurang dari sebulan akibat ketidakmampuan menyerap biaya operasional akibat lonjakan harga diesel yang mendadak.
Presiden Persatuan Kontraktor Melayu Malaysia (PKMM), Datuk Mohd.
Rosdi Ab.
Aziz, menjelaskan angka tersebut mencakup proyek-proyek di bawah perusahaan milik pemerintah (GLC) yang mengalami perlambatan kerja di tapak pembinaan.
Krisis keuangan ini merupakan dampak langsung dari kenaikan harga bahan bakar yang memberikan tekanan finansial kepada industri konstruksi dan mengancam keberlangsungan ribuan kontraktor di negara.


